BMKG Peringatkan: Sumatera Selatan Masih Berpotensi Hujan Lebat Usai Badai Senyar Berlalu

PALEMBANG, SUMSEL (initogel) — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bahwa meskipun badai tropis [Simulasi: Senyar] telah bergerak menjauhi wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan mendominasi prakiraan cuaca di berbagai daerah. Masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan tetap waspada terhadap risiko bencana hidrometeorologi susulan, terutama banjir dan tanah longsor.

Kondisi cuaca ini disebabkan oleh faktor lokal dan sisa kelembapan atmosfer yang ditinggalkan oleh sistem tekanan rendah.


I. Analisis BMKG: Sisa Kelembapan dan Daerah Konvergensi

 

Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang (BMKG Sumsel), Rudi Hartono, menjelaskan bahwa meskipun Badai Senyar (simulasi) sudah tidak berada di zona pengaruh langsung, kondisi atmosfer di Sumsel masih labil.

  • Faktor Penyebab: Potensi hujan lebat ini dipicu oleh dua faktor utama:

    1. Daerah Konvergensi: Terbentuknya daerah pertemuan angin (konvergensi) di atas wilayah Sumatera bagian selatan, yang menyebabkan penumpukan massa udara basah.

    2. Kelembapan Tinggi: Tingkat kelembapan udara yang masih sangat tinggi pasca-Senyar, memberikan suplai uap air yang melimpah untuk pembentukan awan hujan (awan Cumulonimbus).

  • Durasi Peringatan: BMKG memperkirakan potensi hujan ini akan berlangsung hingga tiga hari ke depan, dengan puncaknya terjadi pada sore hingga malam hari.

II. Wilayah Rawan dan Dampak yang Harus Diwaspadai

 

BMKG memprioritaskan peringatan di wilayah-wilayah yang secara geografis rentan terhadap luapan sungai dan pergerakan tanah:

Wilayah Prioritas Ancaman Utama
Palembang & Banyuasin Banjir rob dan banjir kiriman akibat luapan Sungai Musi.
Musi Rawas & Lahat Tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan yang memiliki lahan kritis.
Muara Enim & Prabumulih Banjir lokal dan angin kencang (puting beliung).

III. Imbauan kepada Masyarakat dan Pemerintah Daerah

 

Pemerintah Provinsi Sumsel melalui BPBD telah mengaktifkan posko siaga dan meminta masyarakat untuk:

  1. Memantau Informasi Resmi: Selalu mengikuti perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG.

  2. Mitigasi Mandiri: Tidak membuang sampah di saluran air untuk mencegah banjir lokal, dan segera mengungsi jika tinggal di dekat tebing atau bantaran sungai.

  3. Kesiapsiagaan: Pemerintah daerah diimbau untuk memastikan kesiapsiagaan alat berat dan tim reaksi cepat untuk penanganan banjir dan longsor.